Langsung ke konten utama

Postingan

Bangkitlah, kembalilah kepadanya

Pada dasarnya semua manusia di bumi ini memiliki banyak kesalahan. Kesalahan itu baik kesalahan yang kecil atau pun yang sangat besar serta kesalahan yang tampak maupun yang tersembunyi. Intinya manusia adalah makhluk yang tak lepas dari yang namanya dosa. Dosa dahulu kala atau pun sekarang, khilaf dan salah pernah kita lakukan. Dahulu, kita pernah mempunyai mimpi yang besar, mimpi untuk menjadi seorang yang besar, mungkin mimpi untuk menjadi seorang pengusaha, pejabat atau pun mimpi untuk melamar seseorang yang kita cintai. Mimpi tersebut gagal karena atas kesalahan kita sendiri, kesalahan yang dibuat terlalu besar sehingga kita harus mengubur dalam-dalam mimpi tersebut. Berjuta-juta kesalahan pernah kita lakukan, kesalahan tersebut membuat kita jatuh, jatuh ke dalam lembah kegagalan. Kesalahan yang membuat kita depresi, gagal meraih mimpi yang pernah kita rencanakan. Lantas apakah yang harus kita lakukan? Apakah meratapi semua yang terjadi ataukah menjadi tidak bersemanga...

Mutiara Tetaplah Mutiara Dimanapun Berada

Banyak dari kita menyalahkan “ keadaan ” adalah penyebab kita terjatuh pada lembah hitam, kegagalan, kemiskinan dan kerusakan pada diri kita. Ada lagi orang yang menyalahkan lingkungan lah yang bertanggung jawab pada kegagalannya. Memang benar lingkungan berpengaruh pada diri seseorang, oleh karena itu pandai-pandailah dalam memilih lingkungan dan orang terdekat kita. Tapi apakah kesemua itu lantas kita berkata “karena keadaaan begini saya rusak, karena lingkungan lah saya hancur, karena orang tua yang broken home saya jadi begini, karena miskin saya mencuri, karena tidak ada pekerjaan saya merampok”. Bisakah hal seperti itu dijadikan dasar pembelaan atas kesalahan kita? Lantas  apakah kita tidak punya “daya dan upaya” untuk menyaring perbuatan-perbuatan yang buruk disekitar kita. Bukankah kita mempunyai “akal” untuk mengetahui perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk, dan akal juga mengetahui mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Mari kita mer...

Wahai yang lalai....

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya pribadi maupun orang yang membacanya, karena kebanyakan kita adalah orang-orang yang lalai. Pernahkah berfikir untuk merubah hidup ke arah yang lebih baik. Berubah dari akhlak yang buruk menjadi orang-orang yang mulia. Berubah dari tidak memberi manfaat menjadi orang yang memberikan manfaat bagi orang lain. Ataukah kita terlalu sibuk dengan fasilitas keduniawian sehingga menjadi orang yang lalai. Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk bermedia sosial, berapa jam kita duduk di depan televisi dan berapa sering kita pergi ke tempat hiburan, mal dan cafĂ©?. Coba kita bandingkan dengan waktu kita bersama keluarga, berdzikir kepada Allah dan bersholawat kepada sang kekasih kita Rasulullah Muhammad, Saw. Intensitas waktu kita untuk sesuatu yang bermanfaat tidak sebanding dengan perbuatan yang sia-sia. Katakanlah ada seorang ustadz berbicara kepada pemuda ataupun orang tua “Beristighfarlah minimal 1000 kali dan bersholawatlah sebanyak minimal...

Tahun baru adalah kepribadian yang baru

Untukmu yang merayakan malam pergantian tahun baru Pergantian tahun baru masehi selalu ditunggu tunggu oleh anak-anak, remaja bahkan orang tua. Sebelum malam tahun baru, banyak dari mereka mempersiapkan pesta untuk menyambut pergantian tahun baru tersebut. Mereka mempersiapkannya dengan begitu matang, dengan bakar-bakar, dengan liburan ke tempat yang indah atau pun mempersiapkan diri untuk bermesraan dengan pacar-nya. Saya pun tidak begitu paham mengapa mereka rela menghabiskan uang, waktu dan tenaga untuk sekedar menyambut malam tahun baru, padahal tidak ada yang istimewa dengan malam tersebut, malah kita semakin dekat dengan “kematian”. Ada lagi yang menyambut tahun baru dengan terompet, saya tidak tahu makna dibalik meniupkan terompet tersebut, padahal kalau  mau menggali fakta nya pastikan orang tersebut tidak akan mau untuk meniupkan terompet. Kita sedikit bahas terompet, pernahkah berpikir sudah berapa kali terompet tersebut ditiup oleh orang lain, sudah berapa mulut...

Waktu....

Ya Allah Izinkanlah Aku Memanfaatkan Waktu….. Waktu, sungguh betapa berharga dirimu sehingga banyak makhluk  yang menginginkan engkau bisa diputar kembali, berapa banyak orang yang menyesali karena menyia-nyiakan engkau. Waktu, sampai kapanpun dan dimanapun engkau selalu berharga, tak perduli di bumi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan papua serta tak perduli kemarin, hari ini, dan nanti engkau selalu istimewa. Waktu adalah uang, pepatah barat mengatakan itu, orang barat yang terkenal materialisme menganalogikan waktu dengan uang, karena sangatlah penting waktu tersebut. Islam juga memandang waktu sangat berharga, “waktu adalah pedang, ketika engkau tidak mampu memanfaatkan waktu tersebut, pedang akan memotong-nya dan tidak akan akan bisa kembali walau satu detik atau pun sekilas mata. Hanya tinggal penyesalan dan tangis air mata karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ada sebuah film menarik yang berjudul in time , banyak pelajaran yang bis...

Kampung Inggris

English village is the best place to study English in Indonesia Nowadays, English is international language which everyone needs English to daily activity such as study, work or go to abroad. Moreover, English is important to reach the best study or the best work. In Indonesia has many department English course, department from elementary school, junior high school and senior high school, which the goals can speak and write English. In other hand, student cannot English although they study from senior high school until senior high school. There are three reasons which Study English in English village better than other course in Indonesia. First, students must speak English when they are here.  The rule is you must speak English 24 hours and you may not speak Indonesia if you speak Indonesia, you will get fine. This makes English village different than other course in Indonesia that English not only theory, but English have to practice to daily activity.  Their ability ...

Fiction

Some psychologists assume that some fiction movies like ultra man and power rangers could motivate and encourage children to be more creative, while others have different view point. If you ask people what activity is pleasing, they will be answer to watch television. When everybody likes watching television, they waste their time more than four hours in front of television. They will choose to take a rest at house to watch television after working and they study. In addition, children also like to watch television especially fiction movie that children always watch in their home. Nowadays, some psychologists assume that some fiction movies like ultra man and power rangers could motivate and encourage children to be more creative. There are some reasons that fiction movie could motivate and encourage children to be more creative. First, when children watch fiction movies, they will be open-minded that they can imagine by themselves. For instance, if they watch fiction movie, li...